Minggu, 26 April 2015

Ngomongin Cinta

Cinta?

Sebuah omong kosong jika hanya diperjuangkan dengan kata..

Bukti dari cinta bukanlah sebuah kasih yang diikat dalam sebuah hubungan singkat..

Ini mungkin terkesan agamis.. tapi setidak nya ini relevan untuk kita fikirkan..

Jika kamu mencintainya apa yang harusnya kamu lakukan?

Cukup diam dan berharap dia menjadi milik mu kelak?

Atau nyatakan saja cintamu dan cari tahu apakaha dia juga mencintai mu..

Diam, akan melindungi mu dari berlebihan dan kesesatan akan cinta, namun akan membisukan dan membekukan cintamu dalam angan yang takkan terwujud,,

Menyatakan cinta yang salah kaprah hanya akan membimbing mu dalam sebuah pelajaran yang salah akan cinta dan pelahan terseret dalam sebuah pintu gerbang kemaksiatan..

jika kau mencintainya, naytakan cinta mu dengan khitbah (melamar)..

pantaskanlah dirimu untuk mendapatkan cintanya..

rubahlah sikap mu karna orang yang kamu cintai pastilah mendambakan orang yang sikapnya lebih baik darinya agar selalu menjadi panutan buatnya kelak…

harta memang bukan segalanya, tapi apakah kamu ingin menjali orang kamu cintai dengan kesengsaraan dan hidup serba pas-pasan? Maka dari itu, tekunlah belajar, jadi lah orang no satu dibidang mu.. hal ini memang takkan menjamin akan kesuksesan mu, namun setidaknya, ada ilmu yang akan bisa kau berikan kelak kepada anak-anakmu..

Hobi dan kewajiban

Hobi dan kewajiban
Antara hobi dan kewajiban, manakah yang lebih didahuukan? Ya sudah tentu, kewajibanlah yang harus diutamakan.. saya raasa semua sepakat dengan hal itu, tapi tidak semua bisa menselaraskan ftrah kebenaran yang ada difikaran dengan apa yang harus di perbuat (implementasikan)..

Ibarat ada seseorang yang terus membisikan ditelinga kita agar mengabaikan fitrah kebaikan, “Sudahlah, mana yang lebih asyik antara belajar dan hobi mu? Sudah belajar bisa nanti..” saya menyadari akan hal itu, tapi lagi dan lagi saya kalah dan perang fikiran akan bujuk rayu itu pula..

PUCUNDANG YANG KALAH DALAM PERANG PEMIKIRAN!


Antara hobi dan kewajiban? Mana yang seharusnya kita dahulukan?

berfikir bijak, dan jernih apa yang kamu lakukan yang mempu memberikan sedikit sinar untuk cahaya masa depan mu kawan..
CARI TAHU SIAPA DIRIMU

Kebodohan yang sama terus terulang, ya inilah potret seorang remaja yang bingung menentukan arahnya disaat remaja-remaja seusianya sudah tahu kemana mereka akan pergi dan sedang sibuk menyipkan tangga demi tangga untuk mencapai ke mimpinya.

Sama hal dengan seorang yang tersesat di sebuah kota, entah harus mengambil jalan ke kiri atau ke kanan.. semuanya sangat membingungkan, padahal saya termasuk dalam orag yang berpendidikan yang harusnya mampu menyelesaikan masalah atau pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk dalam diri.. namun itulah saya, mahasiswa bodoh yang siklus fikirannya tak kunjung ada akhir, masalah yang sepele terlalu dianggap jadi beban..

Mungkin kalian akan bertanya; “sebenarnya apa sih masalah nya?!” , yap, seperti yang saya bilang diatas, masalah ini hanya masalah kecil, hanya “sebuah pertanyaan-pertanyaan kecil yang menuntut akan sebuah jawaban dari berbagai pengetahuan dan keyakinan yang selama ini saya konsumsi.
Tentang agama, akademik di perkuliahan, organisasi yang geluti, sampai pergaulan terhadap teman dan sekitar.. ini semua menimbulakn pertanyaan yang menuntut jawaban.. contohnya, jika saya kuliah, apa sebenarnya tujuan saya kuliah? Apakah haynya utk mendapatkan perkerjaan, atau hanya untuk mengikuti kemauan orang tua, atau yang lainnya.. yah, tak usah dibilang lagi, memang sangat sepele sekalai pertanyaan nya, dan mungkin kalian sudah punya jawan atas pertanyaan tersebut..

Tapi satu hal yang perlu kalia ketahui dan mungkin ini akan menjadi dasar pemikiran untuk kita semua, “janganlah pernah menjadi seorang yang Taklid , mengikuti tanpa tahu apa dasarnya” jika kalian makan, kenapa kalian harus makan? Jika kalian tidur, kenapa kalian harus menutup kedua mata setiap malam dan terbangun ketika fajar menjelang? Ini semua mungkin sudah menjadi kebiasaan dan tidak perlu dipertanyakan.


Sebgai penutup, akankah saya (mahasiswa bodoh) bisa menjadi pribadi yang bertanggung jawab? Bertanggung jawab atas semua pertanyaa hati kecil saya, bertanggung jawab atas segala tindakan saya, dan bertanggung jawab atas waktu yang saya gunakan selama ini, karna sebatas yang saya tahu, segala sesuatu tidak ada yang geratis, oksigen yang kita hirup, tanah yang kita pijak, semuanya akan di minta pertanggung jawabannya.